Posts

09032026 - q20

 #1 27.88 Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan, awan berjalan. ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan. #2 27.90 Kamu tidak diberi balasan, melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan. 27.92 Maka barangsiapa mendapat petunjuk maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk dirinya, dan barangsiapa sesat, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku  tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.” 28.4-5 Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka, dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh, dia termasuk orang yang berbuat kerusakan. Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi #3 28.15 (Classical comment...

08032026 - q19

 25.25 Dan pada hari langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan bergelombang. 25.27-30 Dan pada hari orang-orang zalim menggigit dua jarinya, seraya berkata, “Wahai! Sekiranya aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab. sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan ketika itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” Dan Rasul berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan.” 25.32 Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur'an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?”  Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil. (The verse says “We have arranged it in a measured recitation.” Exegetes explain that this means the Qur’an was revealed in carefully ordered portions, each part suited to its moment. The arrangement helped believers memorize, understand, and internalize the message step...

07032026 - q18

 23.1 Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya, serta orang yang memelihara salatnya. (In 23:2, the emphasis is on the inner state during prayer. The word khushūʿ refers to humility, attentiveness, and spiritual focus before God. The verse therefore describes the quality of the experience inside the prayer itself—the believer’s heart is calm, sincere, and fully aware that they are standing before God. In 23:9, the wording shifts to yuḥāfiẓūn ʿalā ṣalawātihim—“they guard their prayers.” The verb ḥāfaẓa implies careful preservation and consistency. Here the focus ...

06032026 - q17

 #1 21.34 The "small circle" you see above the letter Fa (ف) or, more accurately, above the silent Ya (ي) or Alif that often follows it in specific scripts, is a grammatical and orthographic marker called the Sifr al-Mustadeer (Circular Zero). In Uthmani script (the standard script for most printed Qur'ans), this circle indicates that the letter it sits above is written but not pronounced. When you see this small circle over a vowel (Alif, Waw, or Ya), it means that the letter serves as a placeholder in the spelling but should be skipped entirely when reading. In the word أَفَإِن (Afa'in), there is an extra letter (usually an Alif or a Ya depending on the specific printing) between the Fa and the Hamza. The circle tells you to jump straight from the sound of the Fa to the Hamza. Why include the letter at all? The Qur'an preserves the Uthmani Orthography, which is the specific way the companions of the Prophet written the text. Even if a letter isn't pronounced...