Posts

19032026 - q30

 78.33 (“and full-breasted of equal age”. The word kawā‘ib comes from the root k–‘–b, which conveys the idea of something rising or becoming prominent. In classical Arabic usage, it refers to young women whose bodies have reached maturity—often described as having developed physical features associated with youth and vitality. The word atrābā means “of equal age” or “well-matched in age.” The root relates to similarity and correspondence, suggesting harmony, compatibility, and balance among them.) #1 79.37-41 Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggal. 79.45-46 Engkau hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya. Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu, mereka merasa seakan-akan hanya tinggal pada waktu sore atau pagi hari. #2 80.26 (On a physical ...

18032026 - q29

 67.2 Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. 67.12 Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar. 67.15 Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu dibangkitkan. #1 67.29 Katakanlah, “Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.” 68.1 Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan 68.8-15 Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan. Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak. Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina. suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah. yang merintangi segala ya...

17032026 - q28

 58.1 (Khawla bint Tha'labah and her husband, Aws ibn al-Samit. In pre-Islamic Arab custom, there was a practice called ẓihār, where a man would say to his wife something like, “You are to me like the back of my mother.” This was a harmful statement: it did not formally divorce the wife, but it suspended the marriage in a way that left her neither properly married nor free to remarry. It may sound like “just a saying,” but in the society where ẓihār existed, words—especially solemn, formulaic ones—had legal and social force. Before Islam, Arabian customs treated certain declarations as binding acts. When a man said to his wife, “You are like my mother’s back,” he was not making a casual comparison. He was invoking a culturally recognized formula that placed the wife in a category of permanent prohibition, like a mother. However, unlike a proper divorce, it did not dissolve the marriage. The wife was no longer treated as a lawful spouse, but she was also not free. She could not rema...

16032026 - q27

 51.47 Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan, dan Kami benar-benar meluaskannya. (“And the heaven We constructed with strength, and indeed, We are surely expanding it.” The word lamūsiʿūn is in the active participle form, which can imply an ongoing action or continuous ability. Because of this, some modern readers relate the verse to the idea that the universe is expanding.) 51.49 Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (pairing is a feature of creation itself, while Allah is unique and without a pair. Everything else exists with a counterpart or opposite, which highlights the Creator’s uniqueness.) 51.52-54 Demikianlah setiap kali seorang Rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka pasti mengatakan, “Dia itu pesihir atau orang gila.” Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. Maka berpalinglah engkau dari mereka, dan engkau sama sekali tidak tercela. ("“Di...

15032026 - q26

 #1 46.15 Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya.  Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.” (The verse adds that the period of pregnancy and weaning totals thirty months. Many exegetes, explain that forty is considered the age of complete intellectual and spiritual maturity. At this stage a righteous person becomes deeply aware of God’s favors and prays for the ability to show gratitude. The supplication mentioned...