Posts

13032026 - q24

 #1 39.41 Sungguh, Kami menurunkan kepadamu Kitab dengan membawa kebenaran untuk manusia; barangsiapa mendapat petunjuk maka untuk dirinya sendiri, dan siapa sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri, dan engkau bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka. 39.42 Allah memegang nyawa pada saat kematiannya dan nyawa yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda Allah bagi kaum yang berpikir. 39.49-50 Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mengatakan hal itu, maka tidak berguna lagi bagi mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. 39.52...

12032026 - q23

 36.36 Mahasuci yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. 36.38 dan matahari berjalan di tempat peredarannya. 36.52 [In the context of Surah Yasin (36:52), a Saktah (سكتة) is a specific Tajweed rule that requires the reciter to take a brief pause without breathing. Think of it as a "breathless pause" that lasts for about 1-2 counts (roughly one second) before continuing the verse. The Saktah here occurs after the word marqadinā (our sleeping place). It serves a critical linguistic and theological purpose: it separates two different speakers. Before the pause: The disbelievers are speaking in shock as they are resurrected. "Woe to us! Who has raised us from our sleeping place?" After the pause: The angels (or the believers) respond to them: "This is what the Most Merciful had promised, and the messengers told the truth." If you were to...

11032026 - q22

 33.32 Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. (The instruction “do not be soft in speech” is explained in tafsir as avoiding flirtatious, overly gentle, or suggestive tones that might invite inappropriate intentions. The concern mentioned in the verse—“one in whose heart is a disease”—is interpreted by scholars as referring to people with immoral desires or hypocrisy. The instruction therefore acts as a social safeguard rather than a prohibition on ordinary communication. The phrase “speak in an appropriate manner” clarifies that normal, respectful conversation is still allowed when necessary. Tafsir writers stress that the verse does not demand silence or isolation; it simply requires dignity, seriousness, and clear boundaries in speech.) (When the verse says “do not be soft in speech”, c...

10032026 - q21

 29.46 Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim di antara mereka, dan katakanlah, ”Kami telah beriman kepada yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.” (The verse addresses how Muslims should interact intellectually and socially with the People of the Book—primarily Jews and Christians. "And do not argue with the People of the Scripture except in a way that is best, except for those among them who commit injustice." this verse sets ethical guidelines for religious debate. Early Muslims in Mecca and later in Medina encountered Jews and Christians who possessed earlier scriptures such as the Torah and Gospel. Discussions about revelation and prophethood naturally arose, and this verse instructs believers to maintain dignity and fairness. The phrase “argue in the best way” means that discussion should be calm, ratio...

09032026 - q20

 #1 27.88 Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan, awan berjalan. ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan. #2 27.90 Kamu tidak diberi balasan, melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan. 27.92 Maka barangsiapa mendapat petunjuk maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk dirinya, dan barangsiapa sesat, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku  tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.” 28.4-5 Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka, dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh, dia termasuk orang yang berbuat kerusakan. Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi #3 28.15 (Classical comment...