22012026
Ia hanya seorang nelayan. Ia lahir dan besar di Kota Sorong. Setelah menikah, ia pindah ke kampung istrinya di Friwen, Walgeo Selatan, Raja Ampat, lebih kurang empat jam perjalanan laut dari Sorong. Di Friwen, ikan mudah didapat. Ikan tenggiri jadi incarannya. Umpannya ikan-ikan kecil yang bisa didapat hanya dengan menyerok di bawah jembatan pintu masuk kampung. Ikan-ikan berkumpul di bawah jembatan, lengkap dengan terumbu karang yang bisa dilihat mata tanpa perlu menyelam. Begitu jernihnya air laut di depan kampung itu. Setelah enam tahun di sana, suasana berubah. Ia mulai kesulitan mencari ikan karena keindahan alam Friwen mengundang puluhan ribu wisatawan setiap tahunnya. Ikan tenggiri, cakalang, dan ikan lain yang jadi langganan nelayan pun hilang. "Mereka kan buang jangkar di laut. Terumbu karang rusak. Ikan pergi. Jadi, kalau dulu cari ikan dekat-dekat kampung, setelah ramai itu kami nelayan harus pergi jauh dari pulau ke tengah laut sana," katanya, Kamis (22/1/2026). D...