13032026 - q24
#1
39.41
Sungguh, Kami menurunkan kepadamu Kitab dengan membawa kebenaran untuk manusia; barangsiapa mendapat petunjuk maka untuk dirinya sendiri, dan siapa sesat maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri, dan engkau bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.
39.42
Allah memegang nyawa pada saat kematiannya dan nyawa yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda Allah bagi kaum yang berpikir.
39.49-50
Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mengatakan hal itu, maka tidak berguna lagi bagi mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.
39.52
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman.
39.53
Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
#2
39.68-70
Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi maka seketika itu mereka bangun menunggu.
Dan bumi menjadi terang benderang dengan cahaya Tuhannya; dan buku-buku diberikan, nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan, lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang mereka tidak dirugikan.
Dan kepada setiap jiwa diberi balasan dengan sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.
#3
40.4
Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah engkau tertipu oleh keberhasilan usaha mereka di seluruh negeri.
(a reference to the apparent success or prosperity of opponents of the Prophet. The Quraysh and other powerful groups were active in trade and politics, traveling widely and enjoying influence. The verse tells believers not to interpret that worldly success as proof that their rejection is justified or that they will escape divine judgment.)
#4
40.17
Pada hari ini setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
40.39
(Al-Hayat ad-Dunya (The Worldly Life): The speaker uses the word Mata’ (translated as "temporary enjoyment"). In classical Arabic, mata’ refers to something useful but fleeting, like a traveler’s provisions or a tool used for a short task. It is a means to an end, not the end itself.
Al-Akhirah (The Hereafter): In contrast, the Hereafter is described as Dar al-Qarar.
* Dar: Home or abode.
* Qarar: Stability, permanence, and settlement.
building one's life solely on worldly status is like building on a foundation that is actively dissolving.)
#5
#6
40.51
Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi
("Inna la-nasuru" (Indeed, We will support): The use of the double emphasis (Inna and the Lam of emphasis) indicates an absolute guarantee. Tafsir scholars note that this victory is not just in the Hereafter, but explicitly "during the life of this world.")
40.55
Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.
40.57
Sungguh, penciptaan langit dan bumi itu lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
40.58
Dan tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak pula orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan orang-orang yang berbuat kejahatan. Hanya sedikit sekali yang kamu ambil pelajaran.
40.60
(And your Lord says, 'Call upon Me; I will respond to you.'
"Astajib lakum" (I will respond to you): This is a divine guarantee. However, tafsir works (including Hadith) clarify that "response" can take three forms:
* Giving exactly what was asked for.
* Warding off an equivalent evil or harm from the person.
* Storing the reward for the person in the Hereafter.
Jami` at-Tirmidhi 3604d
Abu Hurairah narrated that the Messenger of Allah (ﷺ) said:
“There is not a man who calls upon Allah with a supplication, except that he is answered. Either it shall be granted to him in the world, or reserved for him in the Hereafter, or, his sins shall be expiated for it according to the extent that he supplicated - as long as he does not supplicate for some sin, or for the severing of the ties of kinship, and he does not become hasty.” They said: “O Messenger of Allah, and how would he be hasty?” He (ﷺ) said: “He says: ‘I called upon my Lord, but He did not answer me.’”)
40.61
Allah-lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristirahat padanya; siang terang benderang. Sungguh, Allah benar-benar memiliki karunia yang dilimpahkan kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
40.64
Allah-lah yang menjadikan bumi untukmu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentukmu lalu memperindah rupamu serta memberimu rezeki dari yang baik-baik. Demikianlah Allah, Tuhanmu, Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam.
(The Perfection of Form (Sawwarakum)
This refers to both the aesthetic beauty and the functional design of the human body.
* Aesthetic: Humans are the only creatures that walk upright, allowing for a unique perspective and dignity.
* Functional: The placement of the eyes, the dexterity of the thumbs, and the complexity of the brain are all cited as "perfected" for the human's role as a steward of the earth.)
#7
40.75
(That was because you used to exult upon the earth without right and because you used to behave insolently.'"
it is the "exulting" that comes from feeling superior to others or feeling that one is beyond accountability.
While Farah (exulting) is often an internal state of pride, Marah (insolence) refers to the outward manifestation of that pride. It is the strutting, the boasting, and the extravagant display of ego that disregards the feelings and rights of others.
You find happiness in things that are temporary or morally wrong. You begin to treat others as inferior to validate your internal pride.)
40.77
Maka bersabarlah engkau sesungguhnya janji Allah itu benar.
#8
41.6-7
Dan celakalah bagi orang-orang yang mempersekutukan.
orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka ingkar terhadap kehidupan akhirat.
(
Abu Dawud 1573
Narrated Ali ibn AbuTalib:
The Prophet (ﷺ) said: "When you possess two hundred dirhams and one year passes on them, five dirhams are payable. Nothing is incumbent on you, that is, on gold, till it reaches twenty dinars. When you possess twenty dinars and one year passes on them, half a dinar is payable. Whatever exceeds, that will be reckoned properly."
***
Bukhari 1503
Narrated Ibn `Umar:
Allah's Messenger (ﷺ) enjoined the payment of one Sa' of dates or one Sa' of barley as Zakat-ul-Fitr on every Muslim slave or free, male or female, young or old, and he ordered that it be paid before the people went out to offer the `Id prayer.
**
A Sa' is a unit of volume.
1 Sa' = 4 Mudds. A Mudd is the amount of food that fills two average-sized hands held together (a double-handful).)
41.10
Dan Dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi, dan Dia tentukan makanan-makanannya dalam empat masa, memadai untuk mereka yang memerlukannya.
41.11
Kemudian Dia menuju ke langit dan itu masih berupa asap.
41.12
Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian langit yang dekat, Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan untuk memelihara. Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
41.30-31
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.
41.33-35
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim"
Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.
Dan tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
(After advising believers to "repel evil with that which is better" in the previous verse, this verse acknowledges that such a high level of emotional intelligence and spiritual discipline is not easy to achieve.
"And none is granted it except those who are patient, and none is granted it except one having a great portion"
"Wama yulaqqaha" (None is granted it): Scholars explain that "it" refers to the quality mentioned in verse 34—the ability to respond to an insult with a smile, or to a harm with a favor. It is a rare trait that isn't just learned; it is a gift "granted" to those who work for it.
The verse identifies Patience as the primary requirement. This isn't just passive waiting; it is the active restraint of the ego (Nafs). When someone insults you, your ego wants to strike back. Sabr is the "muscle" that holds the ego back so that a better response can be chosen.
"Zhu hazzin 'azheem" (A Great Portion): This phrase is often interpreted in two ways:
* In this world: A person who can turn an enemy into a friend (as verse 34 promises) is "fortunate" because they live a life with fewer conflicts and more meaningful connections.
* In the Hereafter: They have a "great portion" of reward because swallowing one's pride is one of the heaviest deeds on the scale.
The Quran uses the word yulaqqaha (granted/received), implying that this level of character is a station of high spiritual maturity. It suggests that while anyone can be "good" to those who are good to them, only a person of "great portion" can be "good" to those who are bad to them.
This verse reframes "kindness in the face of aggression" not as a sign of weakness, but as a sign of superiority and good fortune.)
41.44
(
a small solid black circle (●) or a diamond shape—placed over the second Hamzah in the word ءَا۬عْجَمِيٌّ (a-a'jamiyyu).
This is the Tashil sign.
The word Tashil literally means "to make easy."
In the narration of Hafs 'an 'Asim (the most common style of Quranic recitation), this is the only place in the entire Quran where Tashil is mandatory.
The word in the verse is a question: "A-a'jamiyyun wa 'arabiyyun?" (A non-Arabic [revelation] and an Arabic [messenger]?).
The Problem: Arabic phonetics find it very difficult and "heavy" to pronounce two Hamzah Qatha' (glottal stops) consecutively with a Fathah (Aa...). It sounds choppy and requires a lot of effort from the throat.
The Solution: To make the flow of the verse smooth and elegant, the second Hamzah is "softened." Instead of a sharp stop, it is blended.
First Hamzah: Pronounced clearly and sharply (Tahqiq).
* Second Hamzah: Pronounced halfway between a Hamzah and an Alif.
* It should sound like a soft "breath" or a blurred vowel.
* Note: It should not sound like the letter "Ha" (هـ), and it should not be a sharp "A-A" sound. It is a smooth, slurred transition: A-a'jamiyyu.)