15032026 - q26

 #1


46.15

Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. 


Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah. Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim.”


(The verse adds that the period of pregnancy and weaning totals thirty months.


Many exegetes, explain that forty is considered the age of complete intellectual and spiritual maturity.


At this stage a righteous person becomes deeply aware of God’s favors and prays for the ability to show gratitude. The supplication mentioned in the verse asks for three things: the ability to be thankful for God’s blessings, the ability to perform righteous deeds that please Him, and righteousness among one’s descendants.)


46.19

Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka dan mereka tidak dirugikan.


(Among believers, their places in Paradise will differ depending on the sincerity and quantity of their righteous deeds. Some will attain higher levels of Paradise because of stronger faith, greater sacrifice, and more beneficial actions.


Another important part of the verse is the statement that God will fully repay them for their deeds. Scholars emphasize that this indicates perfect justice: nothing a person does—good or bad—is ignored. Even small acts are recorded and accounted for.)


#2


#3


47.4

Maka apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir, maka pukullah batang leher mereka. 


Selanjutnya apabila kamu telah mengalahkan mereka, tawanlah mereka, dan setelah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang selesai.


Demikianlah, dan sekiranya Allah menghendaki niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. 


Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka.


(The verse states that when believers meet those who disbelieve in battle, they should strike them until the fighting force is subdued. 


Once the enemy has been defeated and the fighting has ended, the verse instructs that prisoners should be bound and then later either released as an act of grace or freed in exchange for ransom, until the war lays down its burdens.


Classical commentators explain that the phrase about “striking the necks” is an Arabic expression describing the intensity of combat during an active battlefield confrontation.


once the enemy is defeated and prisoners are taken, Islam discourages killing them. Instead, the verse gives two humane options: releasing them freely or releasing them in exchange for ransom.


once the fighting ends and prisoners are taken, they are to be treated through release or ransom rather than execution)


47.19

dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.


#4


47.20-21

Dan orang-orang yang beriman berkata, “Mengapa tidak ada suatu surah yang diturunkan?” 


Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya tersebut perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi lebih pantas bagi mereka. taat dan bertutur kata yang baik. Sebab apabila telah ditetapkan perintah. Padahal jika mereka benar-benar  kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.


47.22

Maka apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?


47.24

Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an ataukah hati mereka sudah terkunci?


47.35

Maka janganlah kamu lemah dan mengajak damai karena kamulah yang lebih unggul dan Allah beserta kamu dan Dia tidak akan mengurangi segala amalmu.


#5


48.6

dan Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah.


(Classical commentators explain that the phrase “evil assumptions about God” refers to the belief that God would abandon the Prophet and the believers, or that the mission of Islam would ultimately fail.


these doubts were considered a serious spiritual problem because they reflected a lack of trust in God’s promise and support)


48.18

(the Prophet and about 1,400 companions stopped at Hudaybiyyah outside Mecca. They had come intending to perform the pilgrimage, not to fight, but the Quraysh prevented them from entering the city.


At one point the Prophet sent Uthman ibn Affan into Mecca to negotiate with the Quraysh. While he was inside the city, a rumor spread among the Muslims that he had been killed. Since killing an envoy was considered a grave act of hostility, the situation suddenly seemed likely to escalate into war.


In response, the Prophet gathered his companions under a tree and asked them to pledge their loyalty and readiness to stand firm even if fighting became necessary. The companions gave their pledge one after another, promising not to flee.)


48.25

(there were believing men and believing women in Mecca whom the Muslims did not know. If fighting had taken place, the Muslims might have harmed these hidden believers without realizing it. If those hidden believers had been clearly separated from the disbelievers, the verse says, punishment would have fallen upon the disbelievers.)


49.1

(Classical commentators explain that the phrase “do not put yourselves forward before God and His Messenger” means believers should not make decisions, judgments, or religious rulings that contradict or precede the guidance revealed by God and delivered by Muhammad. In other words, Muslims should wait for divine guidance rather than rushing to assert their own opinions in matters of religion.)


#6


49.6

Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.


49.9-10

Dan apabila ada dua golongan orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap yang lain, maka perangilah yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali, maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.


Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.


49.11

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain. boleh jadi mereka lebih baik dari mereka.


dan jangan pula perempuan-perempuan,  perempuan lain boleh jadi perempuan, lebih baik dari perempuan.


Janganlah kamu saling mencela satu sama lain 


dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. 


Seburuk-buruk panggilan adalah yang buruk setelah beriman. 


Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.


49.12

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa 


dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain 


dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.


(Classical commentators explain that this refers to forming negative assumptions about others without clear evidence.


people should not deliberately look for the flaws of others.


The Arabic wording “avoid much suspicion” already suggests this: it does not say “all suspicion,” but warns that some suspicion becomes sinful.)


(ẓann specifically refers to unfounded negative assumptions about others, especially those that damage trust and lead people to search for faults or speak badly about one another.)


49.13

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.


49.14-15

Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah, “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk ,’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun amal perbuatanmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”


Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.


#7


#8


50.39-40

Maka bersabarlah engkau terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam hari dan setiap selesai salat.


(The verse then instructs the Prophet to glorify God with praise at specific times of the day: before sunrise and before sunset. Many exegetes interpret these times as referring to the daily prayers—commonly understood as the Fajr prayer before sunrise and the Asr prayer before sunset, though some commentators broaden the meaning to include remembrance of God during those periods generally.)


50.45

Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan engkau bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku.


51.19

Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.

Popular posts from this blog

020220250839a

23022025

13022025