19022026 - q2
2.143
Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.
2.143
Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu.
2.148
Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.
2.153
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
2.154-157
Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
2.159
Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab, mereka itulah yang dilaknat Allah dan dilaknat oleh mereka yang melaknat
2.165
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.
2.168-169
Wahai manusia! Makanlah dari yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya dia hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah.
2.170
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.” Mereka menjawab, “Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami.” Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa pun, dan tidak mendapat petunjuk.
2.172
Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih dengan selain Allah.
2.174
Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka hanya menelan api neraka ke dalam perutnya, dan Allah tidak akan menyapa mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
2.176
sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang Kitab itu, mereka dalam perpecahan yang jauh.
2.177
Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
2.178-179
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu qisas berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Tetapi barangsiapa memperoleh maaf dari saudaranya, hendaklah dia mengikutinya dengan baik, dan membayar diat kepadanya dengan baik. Yang demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari Tuhanmu. Barangsiapa melampaui batas setelah itu, maka ia akan mendapat azab yang sangat pedih. Dan dalam qisas itu ada kehidupan bagimu, wahai orang-orang yang berakal, agar kamu bertakwa.
2.180-182
Diwajibkan atas kamu, apabila maut hendak menjemput seseorang di antara kamu, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.
Barangsiapa mengubahnya, setelah mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Tetapi barangsiapa khawatir bahwa pemberi wasiat berat sebelah atau berbuat salah, lalu dia mendamaikan antara mereka, maka dia tidak berdosa. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
2.185
Bulan Ramadan adalah yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah.
2.186
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.
2.187
Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.
2.188
Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.
2.190-193
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka, dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.
Dan janganlah kamu perangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu, maka perangilah mereka. Demikianlah balasan bagi orang kafir.
Tetapi jika mereka berhenti, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zalim.
2.194
Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah dia setimpal dengan serangannya terhadap kamu.
2.195
Dan infakkanlah di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
2.196
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.
2.197
haji itu bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan haji dalam itu, maka janganlah dia berkata jorok, berbuat maksiat dan bertengkar dalam haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya.
2.200-202
Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun. Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Mahacepat perhitungan-Nya.
2.204
Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau, dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras. Dan apabila dia berpaling, dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.
2.207
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
2.212
Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.
2.214
Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu seperti orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang, sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
2.215
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
2.216
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
2.217
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah besar. Tetapi menghalangi dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, Masjidilharam, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar dalam pandangan Allah. Sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad dari agamamu, jika mereka sanggup.
Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
2.218
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
2.219
Mereka menanyakan kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.”
Dan mereka menanyakan kepadamu apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan.”
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan
2.220
Mereka menanyakan kepadamu tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan.
2.221
Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu.
2.222
Dan mereka menanyakan kepadamu tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci.
Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan yang diperintahkan Allah kepadamu.
2.223
Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai.
2.224
Dan janganlah kamu jadikan Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan menciptakan kedamaian di antara manusia.
2.228
Dan para istri yang diceraikan, menahan diri mereka tiga kali quru'.
Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir.
Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam itu, jika mereka menghendaki perbaikan.
Dan mereka mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
2.229
Talak itu dua kali. menahan dengan baik, atau melepaskan dengan baik.
Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali keduanya khawatir tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah.
Jika kamu khawatir bahwa keduanya tidak mampu menjalankan hukum-hukum Allah, maka keduanya tidak berdosa atas bayaran yang diberikan untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang zalim.
(Normally, a husband is not allowed to take back anything he gave his wife, especially the mahr. However, if both fear they cannot uphold Allah’s limits in the marriage — meaning the relationship has broken down to the point that continuing it would lead to injustice or sin — then it is not sinful if the wife offers compensation to end the marriage. That compensation is essentially a ransom-like payment to free herself from the marriage bond.)
2.230
Kemudian jika dia menceraikannya, maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya untuk menikah kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah.
2.231
Dan apabila kamu menceraikan istri-istri, lalu sampai idahnya, maka tahanlah mereka dengan cara yang baik, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang baik.
Dan janganlah kamu tahan mereka dengan maksud jahat untuk menzalimi mereka. Barangsiapa melakukan demikian, maka dia telah menzalimi dirinya sendiri.
Dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan.
2.232
Dan apabila kamu menceraikan istri-istri, lalu sampai idahnya, maka jangan kamu halangi mereka menikah dengan calon suaminya, apabila telah terjalin kecocokan di antara mereka dengan cara yang baik.
2.233
Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna.
Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.
Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah karena anaknya. Ahli waris pun seperti itu pula.
(tidak boleh ada pihak yang menzalimi atau membebani pihak lain secara tidak adil dengan menggunakan anak sebagai alat tekanan. Contohnya, seorang ayah tidak boleh menahan nafkah atau mempersulit ibu dengan alasan anak, dan seorang ibu tidak boleh memanfaatkan anak untuk menyakiti ayah atau menuntut sesuatu yang di luar kemampuan.)
Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya.
(ayat ini memberi kelonggaran: jika kedua orang tua sepakat, melalui musyawarah dan pertimbangan yang baik, untuk menyapih anak lebih awal, maka tidak ada dosa bagi keduanya. Artinya, Islam tidak menjadikan dua tahun itu sebagai kewajiban mutlak dalam semua keadaan. Ada ruang fleksibilitas, selama keputusan itu diambil bersama dan mempertimbangkan kepentingan anak.)
Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut.
2.234
Dan orang-orang yang mati di antara kamu serta meninggalkan istri-istri hendaklah mereka menunggu empat bulan sepuluh hari.
Kemudian apabila telah sampai idah mereka, maka tidak ada dosa bagimu mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka menurut cara yang patut.
2.235
Dan tidak ada dosa bagimu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran atau kamu sembunyikan dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut kepada mereka. Tetapi janganlah kamu membuat perjanjian dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan kata-kata yang baik.
2.236
Tidak ada dosa bagimu, jika kamu menceraikan istri-istri kamu yang belum kamu sentuh atau belum kamu tentukan maharnya. Dan hendaklah kamu beri mereka mut‘ah, bagi yang mampu menurut kemampuannya dan bagi yang tidak mampu menurut kesanggupannya, yaitu pemberian dengan cara yang patut, yang merupakan kewajiban bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
(Dalam fikih Islam, akad nikah tetap sah meskipun jumlah mahar belum disebutkan saat akad. Mahar memang wajib, tetapi tidak harus ditentukan nominalnya pada saat akad berlangsung.)
2.237
Dan jika kamu menceraikan mereka sebelum kamu sentuh, padahal kamu sudah menentukan Maharnya, maka seperdua dari yang telah kamu tentukan, kecuali jika mereka atau dibebaskan oleh orang yang akad nikah ada di tangannya. Pembebasan itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu lupa kebaikan di antara kamu.
(Kalimat “kecuali jika mereka membebaskan atau dibebaskan oleh orang yang akad nikah ada di tangannya” dipahami para ulama dengan dua kemungkinan makna. Pertama, yang membebaskan adalah pihak perempuan. Artinya, ia dengan sukarela melepaskan haknya atas setengah mahar tersebut.
Kedua, yang dimaksud “orang yang akad nikah ada di tangannya” adalah suami, karena dialah yang memegang hak talak dan kendali akad dari sisi pembatalan. Dalam tafsir mayoritas, ini berarti suami boleh memilih untuk tetap memberikan mahar secara penuh, tidak hanya setengah.)
(Artinya, meskipun hubungan suami istri berakhir, keduanya pernah terikat dalam akad yang sah. Ada niat baik, ada proses, ada kehormatan yang pernah dijaga bersama. Maka jangan sampai perceraian berubah menjadi ajang saling menjatuhkan, pelit, atau memperhitungkan semuanya secara kaku. Kalimat itu mendorong sikap ihsan, melampaui batas minimal hukum. Suami bisa memilih memberi penuh, istri bisa memilih memaafkan sebagian, dan keduanya tetap menjaga martabat. Jadi, setelah menetapkan keadilan hukum, ayat itu mengajak pada kemurahan hati dan akhlak yang lebih tinggi.)
2.238
Peliharalah semua salat dan salat wustha. Dan laksanakanlah karena Allah dengan khusyuk.
(Kata wustā (وُسْطَىٰ) berasal dari akar kata Arab w-s-ṭ (وسط) yang berarti “tengah”, “pertengahan”, atau “yang paling utama/terbaik”. Dalam bahasa Arab, makna “tengah” sering juga membawa arti “paling adil” atau “paling utama”.)
(Para ulama berbeda pendapat mengenai shalat mana yang dimaksud, tetapi pendapat yang paling kuat dalam tradisi mayoritas ulama menyatakan bahwa itu adalah shalat Asar. Pendapat ini didasarkan pada sejumlah hadis Nabi Muhammad yang secara eksplisit menyebut bahwa shalat wustā adalah shalat Asar.)
2.240
Dan orang-orang yang akan mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri, hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya, nafkah sampai setahun tanpa mengeluarkannya.
Tetapi jika mereka keluar,maka tidak ada dosa bagimu yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri dalam hal-hal yang baik.
2.241
Dan bagi perempuan-perempuan yang diceraikan hendaklah diberi mut‘ah menurut cara yang patut, sebagai suatu kewajiban bagi orang yang bertakwa.
2.244
Dan berperanglah kamu di jalan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
2.245
Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
2.246
Mengapa kami tidak akan berperang di jalan Allah, sedangkan kami telah diusir dari kampung halaman kami dan anak-anak kami?”
2.247
“Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” menjawab, “Allah telah memilihnya atas kalian dan memberinya kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
2.249
Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
2.251
Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia atas seluruh alam.
2.252
Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan kepadamu dengan benar dan engkau adalah benar-benar seorang rasul.